Monday, June 4, 2012

Permainan


TINGKAT KOGNITIF DARI PERMAINAN

Piaget mengidentifikasikan tiga permainan, yaitu :
1.      Permainan fungsional (functional play) dimana melibatkan pergerakan otot yang berulang-ulang secara aktif. Contohnya menggulingkan atau melambungkan bola.
2.     Permainan konstruktif (contructive play) merupakan permainan yang mengandung penggunaan objek atau materi untuk membuat sesuatu seperti menggunakan benda untuk membuat rumah-rumahan atau krayon untuk menggambar.
3.     Permainan pura-pura (pretend play) dimana melibatkan orang-orang atau situasi khayalan. Biasanya permainan ini juga disebut permainan khayalan, drama, atau imajinatif. Dalam permainan ini biasanya anak-anak mencoba beberapa peran seperti menjadi batman, dokter ataupun ibu

 Sumber:
Papalia, Olds, & Feldman, 2009, Human Development – Perkembangan Manusia, Jakarta : Salemba Humanika, edisi 10 buku 1

Tes Kepribadian MBTI


Scientist
INTJ adalah seorang analitis. Mereka paling nyaman bekerja sendiri dan cenderung kurang bergaul dibanding orang lainnya. Namun demikian, INTJ siap memimpin jika tidak ada orang yang melakukan tugas itu, atau jika mereka melihat kelemahan dalam sebuah kepemimpinan. Mereka cenderung pragmatis, logis, dan kreatif.
INTJ adalah individu yang kuat mencari sudut yang baru atau cara baru dalam memandang sesuatu. Mereka menikmati adanya pemahaman baru. Mereka memiliki wawasan dan mental cepat, namun, mereka menyimpan banyak hal untuk diri mereka sendiri. Mereka adalah orang yang sangat menentukan visi, terlepas dari apa yang orang lain pikirkan. Mereka bahkan mungkin dianggap paling independen dari semua tipe kepribadian. INTJ adalah yang terbaik dalam hal ketenangan dan ketegasan, mengembangkan ide-ide mereka, teori, dan prinsip-prinsip.
Keunggulan dari INTJ mencakup independensi dalam pemikiran dan keinginan untuk efisiensi. Mereka bekerja dengan baik ketika diberi otonomi dan kebebasan kreatif. Mereka memiliki bakat untuk menganalisis dan merumuskan teori-teori yang kompleks. INTJ umumnya cocok untuk pekerjaan dalam akademisi, penelitian, konsultasi, manajemen, ilmu pengetahuan, teknik, dan hukum. Mereka sering menyadari pengetahuan dan kemampuan mereka sendiri-juga keterbatasan mereka dan apa yang mereka tidak tahu. INTJ mengembangkan keyakinan yang kuat dalam kemampuan dan bakat mereka, membuat mereka pemimpin yang alami.
Dalam membentuk hubungan, INTJ cenderung mencari orang lain dengan karakter yang sama dan ideologi yang sama pula. Konsep-konsep teoritis adalah aspek penting dari hubungan mereka. Hubungan kedekatan ini dilihat secara rasional. Akibatnya, INTJ tidak selalu merespon sebuah kegilaan spontan, tapi menunggu adanya pasangan yang lebih baik dan sesuai kriteria ditetapkan mereka. Mereka cenderung stabil, handal, dan berdedikasi. Harmoni dalam hubungan dan kehidupan rumah cenderung menjadi sangat penting bagi mereka. Mereka umumnya menahan emosi yang kuat dan tidak suka membuang-buang waktu dengan apa yang mereka anggap irasional. Hal ini dapat menyebabkan non-INTJ menganggap INTJ jauh dan pendiam, namun, INTJ biasanya dapat menjadi mitra yang sangat setia dan siap untuk melakukan energi besar dalam suatu hubungan.
Sebagai pasangan, INTJ ingin harmoni dan ketertiban di rumah dan dalam sebuah hubungan. INTJ percaya intuisi mereka dalam memilih teman dan pasangan, walaupun bertentangan dari orang lain. Emosi dari INTJ sulit untuk dibaca, dan INTJ laki-laki atau perempuan cenderung untuk mengekspresikan reaksi emosional. Kadang-kadang, INTJ tampak dingin, pendiam, dan tidak responsif. Dalam situasi sosial, INTJ mungkin juga tidak responsif dan dapat mengabaikan ritual kecil yang dirancang untuk membuat orang lain nyaman. Sebagai contoh, INTJ dapat menganggap bahwa berkomunikasi seperti obrolan ringan adalah buang-buang waktu. Dalam hubungan interpersonal mereka, INTJ biasanya lebih baik dalam situasi kerja daripada dalam situasi rekreasi.
Ringkasan          : Memiliki pikiran original dan dorongan kuat untuk menerapkan ide-ide mereka dan mencapai tujuan mereka. Cepat melihat pola dalam kejadian eksternal dan mengembangkan perspektif jangka panjang yang jelas. Cerdas dalam mengorganisir pekerjaan dan melaksanakannya. Skeptis dan independen, memiliki standar kompetensi yang tinggi dan kinerja – untuk diri mereka sendiri dan orang lain.
Kata kunci         : Strategis, analitis, pemecah masalah, desain konseptual, perencanaan.
Karir pekerjaan   : Eksekutif, hukum, arsitek, komputer profesional, konsultan manajemen, insinyur, ilmuwan.

Sunday, June 3, 2012

Tugas Mini Proyek 2011/2012

Nama Kelompok:

Nurfazrina 11-036
Tia Nahara Hendrati 11-074
Atika Mentari Nataya Nasution 11-086

Peran Motivasi dalam Proses Mewujudkan Prestasi


I.PERENCANAAN
Pendahuluan
Setiap pekerjaan yang akan dilakukan seseorang harus mempunyai motivasi untuk mencapainya. Motivasi merupakan hal yang paling mendasari setiap pekerjaan yang akan dilakukan.  Jadi, apakah motivasi itu ?. Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku (Santrock,2004). Artinya , perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi,terarah, dan bertahan lama.
Setiap orang memilki motivasi yang berbeda dalam mencapai prestasi. Motivasi bekerja sama dengan emosi dalam memainkan peranan penting dalam pencapaian prestasi. Motivasi dalam kehidupan manusia ada 2 yaitu motif primer dan motif psikologis. Motif primer merupakan motivasi untuk mencapai kebutuhan primer (biologis) dan demi kelangsungan hidup, seperti homeostasis, rasa lapar, dan rasa haus. Motif psikologi adalah motif yang berhubungan dengan kebahagiaan individu dan kesejahteraan, tapi tidak untuk kelangsungan hidup seperti motivasi pencapaian prestasi.
Bagi seorang murid memilki motivasi untuk mencapai prestasi sangat penting. Dalam hal ini, prestasi yang dicapai tidak hanya prestasi di dalam kelas tetapi juga prestasi di luar kelas. Motivasi dari seorang murid patut diketahui sehingga guru dapat meningkatkan atau mengarahkan motivasi tersebut. Fenomena saat ini adalah guru dan orang tua tidak mengetahui motivasi seperti apa yang dimiliki seorang murid sehingga ia tidak dapat melakukan usaha yang maksimal untuk mencapai prestasi.

Landasan Teori

A.PERSPEKTIF MOTIVASI
Perspektif psikologi menjelaskan motivasi dengan cara yang berbeda berdasarkan perspektif yang berbeda pula. Ada empat perspektif : behavioral, humanistik, kognitif dan sosial.

1.     Perspektif Behavioral
Perspektif behavioral menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid. Insentif adalah peristtiwa atau stimuli positif atau negatif yang dapat memotivasi perilaku murid. Pendukung penggunaan insentif menekankan bahwa insentif dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran, dan mengarahkan perhatian pada perilaku yang tepat dan menjauhkan mereka dari perilaku yang tidak tepat.
Insentif yang dipakai guru di kelas antara lain nilai yang baik, yang memberikan indikasitentang kualitas pekerjaan murid, dan tanda bintang atau pujian jika mereka menyelesaikan suatu tugas dengan baik. Insentif lainnya antara lain memberi penghargaan atau pengakuan pada murid – misalnya memamerkan karya mereka, memberi sertifikat prestasi, memberi kehormatan, atau mengumumkan prestasi mereka. Tipe insentif lainnya difokuskan pada pemberian izin kepada murid untuk melakukan sesuatu yang spesial, seperti aktivitas yang mereka inginkan, sebagai ganjaran atas hasil mereka yang baik. Insentif ini berupa jam istirahat lebih, izin memainkan game di komputer, perjalanan, atau bahkan pesta.

2.     Perspektif Humanistik
Perspektif humanistik menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka. Perspektif ini berkaitan erat dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi. Menurut Hierarki Kebutuhan Maslow, kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut :

·         Fisiologis : lapar, haus, tidur
·         Keamanan (safety) : bertahan hidup, seperti perlindingan dari perang dan kejahatan
·         Cinta dan rasa memiliki : keamanan (seurity), kasih sayang, dan perhatian dari orang lain.
·         Harga diri : menghargai diri sendiri
·         Aktualisasi diri : realisasi potensi diri
Menurut Maslow, misalnya, murid harus memuaskan kebutuhan makan sebelum merka dapat berprestasi. Aktualisasi diri adalah motivasi untuk mengembangkan potensi diri secara penuh sebagai manusia.


3.     Perspektif Kognitif
Menurut perspektif kognitif, pemikiran murid akan memandu motivasi mereka. Minat ini berfokus pada ide-ide motivasi internal murid untuk mencapai sesuatu, atribusi mereka (persepsi tentang sebab-sebab kesuksesan dan kegagalaan, terutama persepsi bahwa usaha adalah faktor penting dalam prestasi), dan keyakinan mereka bahwa mereka dapat mengontrol lingkungan mereka secara efektif.
Jadi, perspektif behavioris memandang motivasi sebagai konsekuensi dari insentif eksternal, sedangkan perspektif kognitif berpendapat bahwa tekanan eksternal seharusnya tidak dilebih-lebihkan. Perspektif kognitif merekomendasikan agar murid diberi lebih banyak kesempatan dan tanggung-jawab untuk mengontrol prestasi mereka sendiri.
Perspektif kognitif tentang motivasi sesuai dengan gagasan R.W. White (1959), yang mengusulkan konsep motivasi kompetensi, yakni ide bahwa orang termotivasi untuk mengahdapi lingkungan mereka secara efektif, menguasai dunia mereka, dan memproses informasi secara efisien.

4.     Perspektif Sosial
Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman, yaitu kebuthuhan sosial, teman, dicintai dan mencintai serta diterima dalam pergaulan kelompok karyawan dan lingkungannya. Kebutuhan afiliasi murid tercermin dalam motivasi mereka untuk menghabiskan waktu bersama teman, kawan dekat,keterikatan mereka dengan orangtua, dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru.

B.MOTIVASI  INTRINSIK DAN EKSTRINSIK

   A.Motivasi Intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Motivasi Intrinsik didasarkan pada faktor-faktor internal, seperti kebutuhan organismik (otonomi, kompetensi, dan keterhubungan), Seperti juga rasa ingin tahu, tantangan, dan usaha. Ketika kita termotivasi secara intrinsic, kita terlibat dalam perilaku karena kita menikmatinya.
            B.Motivasi Ekstrinsik adalah  melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif internal seperti imbalan dan hukuman. Ketika kita termotivasi secara ekstrinsik, maka kita terlibat dalam perilaku tertentu karena ganjaran eksternal.
Perspektif Behavioral  menekankan arti penting dari motivasi ekstrinsik dalam prestasi. Sedangkan Pendekatan Kognitif  dan Humanistic lebih menekankan pada arti penting dari motivasi intrinsic dalam prestasi.

C.TEORI ACHIEVEMENT MOTIVATION
Achievement motivation adalah kebutuhan psikologis bagi manusia untuk sukses di sekolah, pekerjaan, atau di bidang lain (Lahey,2007). Andrew Elliot dan Marcy Church (1997) dari University of Rochester membedakan 3 elemen kunci dalam motivasi ini, yaitu :
1.    Mastery goals. Seseorang dengan mastery goals yang tinggi akan termotivasi secara intrinsik untuk belajar dan mementingkan suatu informasi atau ilmu yang baru. Dia akan sangat menikmati setiap tantangan yang membuatnya mendapatkan informasi atau ilmu yang baru.
2.    Performance-approach goals. Seseorang dengan performance-approacg goal yang tinggi termotivasi untuk bekerja keras dan mendapatkan hasil yang lebih baik daripada orang lain untuk mendapatkan ‘respek’ dari orang lain.
3.    Performance-avoidance goals. Seseorang dengan performance-avoidance goals yang a tinggi termotivasi untuk bekerja keras untuk menghindari hasil yang buruk dan agar tidak terlihat bodoh di depan orang lain.

Tujuan

·         Untuk mengetahui peran motivasi dalam proses mewujudkan prestasi bagi siswa
·         Untuk mengetahui motivasi apa yang dimiliki oleh siswa

Alat dan Bahan
·         Laptop
·         Kamera
·         Kuesioner
·         Reward
·         Alat tulis

Analisis Data
Data didapat dengan memberikan kuesioner terhadap subjek dan terdiri dari 7 pertanyaan. Data ini diperoleh berdasarkan jumlah siswa yang paling banyak memilih jawaban dari setiap soal tersebut dan kemudian ditarik kesimpulan.

Objek atau Subjek
Lokasi penelitian di SMA Al-Azhar Medan. Populasi dari penelitian adalah seluruh siswa kelas XI Unggulan SMA Al-Azhar Medan. Sampel yang diambil satu kelas dari kelas XI



Jadwal Pelaksanaan


Keterangan :
Pemilihan topik                                             : 28 Maret 2012
Membuat konsep penelitian                         : 28 Maret 2012
Meminta surat izin dari fakultas psikologi  : 20 April 2012
Izin ke sekolah                                              : 24 April 2012
Persiapan penelitian                                     : 24 April 2012
Mengantar surat ke sekolah                         : 1 Mei 2012
Penelitian                                                       : 3 Mei 2012
Membuat hasil penelitian                             : 3 Mei 2012


Kalkulasi Biaya

Barang yang dibeli
Harga
Fotocopy kuesioner (Rangkap 35)
Rp    4.200
Beli reward (2 kotak @Rp 10.500)
Rp   21.000
Beli kue
Rp   71.000
Poster
Rp   50.000
Jumlah
Biaya per orang
Rp 146.200
Rp   49.000


II. PELAKSANAAN
Penelitian dilaksanakan pada tanggal 03 Mei 2012. Kelompok berangkat dari rumah masing-masing dan berkumpul di Fakultas Psikologi USU pada jam 10.00 WIB. Setelah semuanya berkumpul, kelompok langsung berangkat. Sebelum kelompok menuju SMA Al-Azhar Medan sebagai tempat penelitian, kelompok pergi ke toko kue untuk membeli kue yang akan kelompok berikan kepada guru-guru di Al-Azhar. Pukul 11.00 WIB kelompok sampai di SMA Al-Azhar Medan. Setibanya ditempat, kelompok mempersiapkan alat-alat yang dibawa seperti kuesioner, reward dan kamera. Lalu kelompok menuju kantor guru untuk mengkonfirmasi kedatangan kelompok sekaligus memberikan kue kepada guru-guru. Kelompok diminta menunggu oleh PKS I (Pembantu Kepala sekolah) karena pada saat itu beliau sedang mempersiapkan kelas yang akan kelompok gunakan untuk melakukan penelitian.
Pukul 11.20 WIB, kelompok diperbolehkan memulai penelitian di kelas XI Unggulan B sebagai sampelnya. Awalnya, PKS I  memberikan sedikit pengarahan mengenai apa yang akan kelompok lakukan. Selanjutnya, kelompok diberi wewenang untuk menggunakan kelas tersebut. Pertama-tama, kelompok memperkenalkan diri terlebih dahulu, kemudian menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian. Setelah itu, kelompok membagikan kuesioner kepada masing-masing siswa dan mempersilahkan mereka mengisi kuesioner. Ketika siswa sedang mengerjakan kuesioner, salah seorang anggota kelompok mengambil foto untuk dokumentasi. Kurang lebih 15 menit kemudian, para siswa telah selesai mengisi kuesioner lalu kelompok membagikan reward kepada masing-masing siswa. Kemudian kelompok pun mengucapkan terima kasih kepada para siswa karena telah bersedia mengisi kuesioner.
Setelah penelitian selesai, kelompok kembali ke kantor guru untuk menemui PKS I dan guru untuk mengucapkan terima kasih. Tetapi, karena PKS I sedang pergi, maka kelompok menemui PKS III lalu berfoto dengan guru dan PKS III tersebut. Selesai berfoto, kemudian kelompok berpamitan dan kembali lagi ke Fakultas Psikologi USU.

III.PELAPORAN DAN EVALUASI
LAPORAN
Data diperoleh melalui 23 sampel siswa :
·      Menurut siswa-siswi SMA Al-azhar Medan, sebanyak 21 orang setuju bahwa pengertian motivasi merupakan proses yang memberi semangat dan arah, sedangkan sebanyak 2 orang menganggap bahwa motivasi merupakan proses yang memberi kesempatan untuk sukses.
·      Sama halnya dengan pengertian motivasi tersebut, perspektif tentang motivasi mereka juga berbeda-beda. Dari hasil yang kami peroleh sekitar 74% siswa-siswi tersebut memiliki perspektif bahwa prestasi merupakan kunci sukses. Dimana mereka lebih cenderung ke perspektif kognitif yaitu pemikiran murid akan memandu motivasi mereka.
·      Hampir semua dari mereka yaitu sekitar 91,3% setuju bahwa peran motivasi itu sangat penting dalam mewujudkan prestasi dan tidak ada yang menganggap bahwa motivasi tidak penting dalam mewujudkan prestasi.
·      Ada banyak hal yang dapat menjadi motivasi siswa dalam mewujudkan prestasi, diantaranya juara/piala, pujian dari orang lain dan persepsi bahwa prestasi merupakan tantangan yang harus dihadapi. Dari data yang kami peroleh, sebesar 56,5% mereka mengaku yang menjadi motivasi mereka adalah persepsi bahwa prestasi merupakan tantangan yang harus dihadapi, sebesar 26% karena pujian dari orang lain, dan sebesar 17,4% karena juara/piala. Jadi mereka lebih termotivasi dari motivasi instrinsik dimana motivasi yang didasarkan pada faktor-faktor internal seperti kebutuhan organismik (kompetensi dan otonom) seperti juga rasa ingin tahu, tantangan dan usaha
·      Di sisi lain, mereka juga memberikan respon baik positif maupun negatif terhadap motivasi berupa imbalan. Separuh dari mereka menganggap motivasi berupa imbalan itu berdampak positif dengan berbagai alasan, seperti karena dengan adanya imbalan mereka akan terus berusaha dan semangat untuk mencapai prestasi, karena imbalan itu akan menjadi pemicu mereka untuk berprsetasi, karena imbalan akan meningkatkan motivasi mereka dan karena dengan adanya imbalan mereka lebih merasa prestasi mereka dihargai orang lain sehingga itu akan mejadi penambah semangat untuk mencapai dan meningkatkan prestasi. Sedangkan separuh dari mereka menganggap motivasi berupa imbalan itu berdampak negatif karena dengan adanya imbalan yang cukup mereka menjadi puas dan tidak mau berusaha lagi untuk berprstasi, imbalan terebut juga dapat menjadikan mereka menjadi ketergantungan akan imbalan contohnya apabila tidak diberi imbalan prestasinya akan menurun atau menjadi tidak termotivasi lagi, bahkan imbalan tersebut bisa menjadikan merasa terpaksa dalam mencapai prestasi.
·      Namun, mereka memiliki pendapat yang berbeda dalam menanggapi orang lain yang mendapatkan prestasi yang lebih baik dari mereka yaitu sebanyak 19 orang mereka merasa tersaingi sehingga mereka termotivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik, dan hanya 4 orang berpendapat bahwa orang tersebut memang pantas mendapatkannya karena dia lebih baik dari mereka. Sama juga halnya dengan motivasi berprestasi mereka, sekitar 60,9% mereka termotivasi untuk berprestasi karena meraka ingin mempelajari informasi yang menarik dan penting sesuai dengan teori Mastery Goals, sebesar 21,7% agar mendapatkan nilai yang lebih baik dari orang lain sesuai teori Performance-Approach Goals serta sebesar 17,4% karena untuk menghindari nilai yang jelek dan tidak terlihat tidak cerdas sesuai dengan teori Performance-Avoidance Goals.


EVALUASI
Dalam menyelesaikan tugas proyek mini ini, kami tidak menemukan kendala yang begitu berarti. Namun ada beberapa hal yang membuat pengerjaan tugas proyek mini ini sedikit lama seperti membuat poster yang kami akui kami sangat sangat tidak ahlinya dan waktu yang banyak kami buang karena banyaknya deadline tugas-tugas lainnya serta UTS yang harus kami fokuskan terlebih dahulu.
Meskipun ada beberapa kendala yang kami hadapi, secara keseluruhan kami merasa puas dengan hasil kerja kami ini. Bagian demi bagian kami kerjakan secara bertahap dengan bersama-sama sehingga tugas ini tidak terasa begitu berat. Penelitian yang kami lakukan juga berjalan dengan lancar walaupun mungkin masih ada kekurangan kami dalam bagian-bagian tugas ini.

TESTIMONI
Testimoni Kelompok :
Menurut kelompok, proyek mini adalah tugas yang menyenangkan. Selain memberikan pengalaman baru juga memberikan wawasan yang berguna bagi kami. Melalui proyek mini ini, kami mempersatukan ide-ide kami sehingga proyek mini ini dapat berjalan dengan baik. Proyek mini ini juga membuat kami lebih akrab . Semoga  hasil dari proyek mini ini memberikan manfaat dan dapat memenuhi tugas dengan baik.



Testimoni Anggota :.
1.Nurfazrina (11-036)
Proyek mini ini memberikan saya wawasan tentang bagaimana melakukan observasi dan proyek mini ini sangat berguna untuk kedepannya. Walaupun ini bukan penelitian yang sebenarnya tapi setidaknya saya mendapatkan gambaran mengenai penelitian. Hal yang paling membuat nyaman dalam mengerjakannya adalah teman satu kelompoknya yang sehati, sehingga tidak ada kendala yang besar dalam proses pengerjaannya.

2. Tia Nahara Hendrati (11-074)
Pelaksanaan proyek mini merupakan pengalaman baru untuk saya, dimana pertama kalinya saya melakukan observasi. Pelaksanaannya lancar, tempat observasinya juga tidak mempersulit kami. Selain itu, yang paling penting adalah kerjasama tim yang baik membuat pengerjaan proyek mini ini lebih mudah.

3. Atika M Nataya Nst (11-086)
Menurut saya, proyek mini memberikan pengalaman baru bagi saya yang tentunya pengalaman yang berguna buat masa depan . Walaupun sedikit bingung bagaimana mengerjakannya, namun setelah melihat blog kakak kelas dan berdiskusi dengan teman kelompok, saya menjadi mengerti untuk mengerjakannya .


LAMPIRAN :
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS PSIKOLOGI
Jl. Dr. Mansyur No. 7 Medan 20155 Telp. +62-61-8220122 Fax. +62-618220122
Sumatera Utara  - Indonesia

KUESIONER
Petunjuk :
1)   Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri Anda
2)   Jawaban di kuesioner ini tidak bernilai benar atau salah
Inisial :
Jenis Kelamin :


1. Menurut Anda, apakah motivasi itu?
a. Proses yang memberi semangat dan arah
b. Proses yang memberi kesempatan untuk sukses

2. Menurut Anda, apa yang menjadi motivasi Anda untuk berprestasi?
a. Pujian dan hadiah            
b. Sebagai harga diri
c. Persepsi bahwa prestasi merupakan kunci sukses
d. Agar diterima dalam pergaulan

3. Menurut Anda, seberapa penting motivasi memepengaruhi prestasi Anda?
a. Sangat penting                 
b. Penting
c. Tidak penting

4. Menurut Anda, apakah motivasi yang berupa imbalan lebih cenderung memberikan dampak...
a. Positif, alasannya....
b. Negatif, alasannya....

5. Hal apa yang membuat anda termotivasi untuk mencapai prestasi?
a. Juara/piala
b. Pujian dari orang lain
c. Tantangan yang harus dihadapi

6. Jika orang lain mendapatkan prestasi yang lebih baik dari Anda, apa tanggapan Anda?
a. Dia memang pantas mendapatkannya karena dia lebih baik dari Anda
b. Merasa tersaingi sehingga Anda termotivasi meraih prestasi yang lebih baik

7. Apa yang menjadi motivasi Anda untuk berprestasi?
a. Agar dapat mempelajari informasi yang menarik dan penting
b. Agar mendapatkan nilai yang lebih baik dari orang lain untuk mendapat perhatian
c. Untuk menghindari nilai yang jelek dan tidak terlihat tidak cerdas